smpitinsankailkaranganyar.sch.id, Karanganyar-Kajian MATIK (Majlis Taklim Orang Tua SMPIT Insan Kamil) tahun ajaran 2022/2023 perdana digelar di halaman depan gedung SMPIT Insan Kamil Karanganyar pada Ahad, 28 Agustus 2022. dihadiri guru dan wali murid SMPIT Insan Kamil.
Bertema “Mendampingi Anak di masa Puber” ust Abdul Abdul Hakim selaku pembicara memberikan pesan-pesan penting kepada para orang tua agar memperhatikan tiap fase perkembangan anak-anaknya.
Berikut rangkuman materi kajian MATIK ahad kemarin,
Tahapan usia : Ar-Rum 30:54

ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةًۚ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُۖ وَهُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْقَدِيرُ

Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.


Istilah kata puber diambil dari barat yaitu pubis yang berarti rambut kemaluan. Usia puber dikalangan orang barat lebih membahas dari sisi fisik biologis, dari perkembangan organ seksual saja. Sayangnya selama ini kita terjebak pada pola barat.

Dalam islam, pengistilahan puber jauh lebih mulia. Disebut dengan istilah syabab yang berarti kekuatan, baru, indah, tumbuh, serta awal dari segala sesuatu. Syabab juga dimaknai sebagai akar dari sikap optimis dan positif yang seharusnya menjadi watak pemuda sejati, dan wujud keimanan terhadap Allah SWT.

sejarah mengukir betapa banyak sahabat di usia syabab sudah menjadi pemimpin, seperti Muhamad Al Fatih di umur 19 sudah menguasai 7 bahasa diluar kepala dan Usamah bin Zaid yang menjadi panglima perang pada usia 19 tahun. Keberhasilan mereka pada usia syabab ini disebabkan karena sejak usia kecil sudah didik dengan ajaran Islam. Pada usia itulah dalam Islam sudah saatnya mukallaf tamyis (wajib menjalankan semua yang Allah perintahkan).
Rasulullah saw telah mencontohkan sikap terbaik orang tua ketika menghadapi anak-anak yang memasuki usia syabab
1. Jadilah orang tua yang punya jiwa pendidik
Ketika ada anak yang salah maka disikapi dengan sikap mendidik, yaitu dengarkan dengan tuntas apa yang disampaikan anak, jangan menjauhi anak dan jangan sampai membuat anak menjauh dari kita. Jadilah orang tua yang dekat dengan anak, jadi tempat curhat, sehingga. Jangan sampai pada usia syabab anak lebih suka curhat di sosmed. Anak yang sudah aqil baliqh sudah bisa diajak diskusi. Karena pada usia ini anak sudah berakal maka perlu difahamkan mengenai kewajibannya dalam syariat.
2. Membiasakan memberikan sentuhan. Biasakan menyentuh dadanya (bagi anak laki-laki) atau punggungnya atau kepalanya.
3. Jelaskan secara bijaksana. Bicarakan segala permasalahan anak dengan cara bijaksana sehingga anak dapat menerima dengan baik nasihat orang tua.

Selanjutnya, Ust Abdul Hakim juga menganjurkan untuk mendo’akan anak supaya Allah menjaga anak kita dimanapun dia berada

Do’a Nabi Zakaria
Robbiy habliy mil ladunka dzurriyyatan thoyyibatan innaka sami’ud du’a’
Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.” (Qs.al-Furqon : 38)

Do’a Nabi Ibrahim
Robbij’alniy muqimash sholati wa min dzurriyyati robbana wa taqobbal du’a’
Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (Qs.Ibrahim : 40)

Do’a agar anak beriman dan bertaqwa
Robbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrota a’yun waj ‘alna lil muttaqiina imamah
Artinya: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Qs.al-Furqon : 74)

Dan masih banyak lagi do’a yang baik untuk anak kita.
Semoga Allah mudahkan kita menjadi orang tua yang bisa membimbing dan mendidik anak kita untuk menjadi anak yang sholeh, beriman dan bertaqwa.
Sekian semoga bermanfaat 🙏😊

TERNYATA TIDAK ADA ISTILAH PUBER DALAM ISLAM
Tag pada:    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *