
Tahun pertama pelaksanaan TKA atau Tes Kemampuan Akademik menjadi titik balik SMP IT Insan Kamil Karanganyar untuk merenung dan mengingat kembali perjuangan besar yang dikerahkan dari berbagai pihak mulai dari siswa, guru, maupun warga sekolah lainnya. Perjuangan yang tak mudah untuk mencapai peringkat pertama di Kabupaten Karanganyar dengan barbagai tantangan dan resiko yang mungkin saja terjadi.
Lahirnya TKA berawal dari ketiadaan data capaian akademik individu yang terstandar secara nasional. Asesmen Nasional (AN) memang mampu memetakan mutu sistem pendidikan secara agregat di tingkat sekolah, daerah, hingga nasional. Namun, AN tidak dirancang untuk menilai individu murid, sehingga tidak bisa dipakai untuk kebutuhan seleksi personal. Kemendikdasmen merumuskan TKA sebagai jawaban atas masalah ini: alat ukur yang sama untuk semua murid di seluruh Indonesia, sehingga hasilnya bisa menjadi validator objektif atas nilai rapor, sekaligus membuka akses penyetaraan hasil belajar bagi murid jalur nonformal dan informal. Gagasan TKA mulai mengemuka pada 2025, saat Kemendikdasmen menerbitkan Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 tentang Tes Kemampuan Akademik, yang sekaligus menggantikan Permendikbudristek Nomor 31 Tahun 2023 tentang Uji Kesetaraan.
Kebijakan inilah yang akhirnya membuat seluruh warga SMP IT Insan Kamil Karanganyar mengambil langkah masif untuk mempersiapkan siswa kelas 9 dalam pelaksanaan TKA di tengah padatnya ujian-ujian lain. Waktu yang cukup terbatas membuat ustaz-ustazah pengampu kelas 9, Kepala dan staf bidang Kurikulum, serta Ustazah Iis Nuryati, S.Pd.selaku Kepala SMP IT Insan Kamil Karanganyar memiliki tantangan dalam mengelola waktu yang ada supaya siswa kelas 9 dapat mempersiapkan TKA dengan baik tanpa meninggalkan tanggung jawab mereka di kelas 9.
Siswa diberikan berbagai pengayaan di bidang literasi numerasi dan juga latihan-latihan soal melalui pelaksanaan Tryout TKA. Ustaz-ustazah pengampu pengayaan juga berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan materi kepada siswa di tengah kesibukan mengajar yang tentunya juga harus diprioritaskan. Semua guru yang ada di SMP IT Insan Kamil Karanganyar pun senantiasa mendukung pelaksanaan TKA baik dengan memberikan dukungan moral, spiritual, hingga dukungan lainnya.

Doa-doa selalu dipanjatkan untuk meminta pertolongan dari Allah dalam setiap langkah dan keputusan-keputusan yang diambil. Tak hanya itu, amalan-amalan sunnah seperti shalat dhuha dan amalan lainnya juga senantiasa dilaksanakan secara konsisten, bukan untuk meminta diberikan peringkat satu, melainkan untuk memohon kemudahan dan kelancaran serta menjadi bentuk implementasi SMP IT Insan Kamil Karanganyar sebagai sekolah yang mengedepankan karakter islami di atas prestasi sesuai dengan slogan Saleh dan Berprestasi.
Doa yang tidak diimbangi dengan ikhtiar bisa saja mustahil untuk terwujud. Maka dari itu, baik siswa, guru, dan warga sekolah saling bekerja sama dan mengerahkan semua usaha dan tenaga yang dimiliki dalam berjalannya TKA ini. Siswa mengerahkan usahanya untuk tekun belajar, ustaz-ustazah juga memberikan segala usaha untuk mengajar siswa serta memberi dorongan semangat kepada siswa kelas 9. Pihak sekolah pun senantiasa membantu dalam menyiapkan perangkat dan hal-hal teknis sebagai bentuk dukungan penuh dari segi alat seperti komputer, jaringan, dan fasilitas lainya selama pelaksanaan tryout hingga pelaksanaan TKA pada bulan April 2026.

Doa, disiplin, dukungan, dan kerja keras seluruh pihak SMP IT Insan Kamil Karanganyar ini tentu akan terus menjadi komitmen untuk persiapan TKA mendatang. Pihak sekolah senantiasa berusaha untuk mempertahankan prestasi-prestasi yang sudah diraih dan bersiap untuk tantangan yang mungkin terjadi. Besar harapan seluruh warga sekolah untuk bisa melaksanakan program TKA ini dengan baik dan persiapan yang matang tentunya.
Referensi: https://e-ujian.id/tka-adalah-dan-perbedaannya-dengan-ujian-nasional-un/
