Karanganyar, 12 Februari 2023. Pukul 07.00 WIB pagi suasana di halaman SMPIT Insan Kamil sudah meriah. Rombongan orang tua/wali murid sudah mulai berdatangan. Cukup banyak yang hadir berpasangan. Antusiasme wali murid sangat besar dalam mengikuti kajian kali ini. Bukan tanpa alasan, MATIK kali ini sekaligus sosialisasi kegiatan dan ujian sekolah kelas 9. Selain itu ada sosialisasi program kencleng subuh dari Al Itqon yang bekerjasama dengan sekolah.
MATIK kali ini bertema “Mendampingi Ibadah Anak”. Bersama ustadz Syamsuri Abu Arofah, LC dari pondok pesantren Isy Karima. Diikuti sekitar 300 peserta baik dari kalangan wali murid maupun guru.
Agenda ini rutin dilaksanakan minimal setiap 3 bulan sekali sebagai salah satu sarana komunikasi, silaturahmi, dan peningkatan wawasan keagamaan dan Pendidikan ke-parenting-an bagi orang tua/wali murid.
Adapun resume isi kajian sebagai berikut:
“HAL-HAL PENTING YANG HARUS DILAKUKAN ORANG TUAN AGAR MEMILIKI ANAK BERBAKTI “
(RANGKUMAN KAJIAN MATIK SMPIT INSAN KAMIL)
“ Mendampingi Ibadah Anak” oleh Ustadz Syamsuri Abu Arofah, LC.
Anak adalah anugerah Allah Ta’ala yg di nanti-nanti dalam keluarga, sebagai penerus dalam perjalanan hidup org tuanya. Oleh karenanya orang tua harus berbuat ihsan (baik) kepada anak. Tidaak hanya anak yang harus berbakti kepada orang tua, tapi justru orang tualah yang punya kewajiban untuk mendidik anak dengan ihsan.
Hal-hal yang perlu dilakukan orang tua untuk menjadikan anak berbakti adalah:
1. Dengan menjadikan anak merasa nyaman berada disisi orang tuanya. Banyak anak yang merasa tidak nyaman di rumah karena di rumah serba dilarang. Sebaliknya di luar merasa nyaman dengan orang luar yang belajar banyak hal, mainan dan kebiasaan lain yang menyenangkan. Maka tugas utama orang tua adalah membuat rumah menjadi tempat ternyaman anak. Orang tua bisa memulai dengan bersikap ramah pada anak, selalu mengajak anak berdiskusi, mendengar pendapat anak, dan menghargai pilihan anak.
2. Memberikan pendidikan kepada anak dengan memberikan lingkungan yang baik. Karena lingkungan sangat berpengruh pada pendidikan anak.
3. Melatih anak untuk mengadapi berbagai persoalan hidup. Membiasakan diri untuk tidak memanjakan anak, dan membiarkan mereka menyelesaikan masalah sendiri sesuai dengan kemampuan. Sebagai contoh, Nabi Musa AS dijauhkan dari orang tua dihanyutkan di sungai, Nabi Ismail AS ditinggal di padang pasir, Nabi Muhammad SAW ditinggal kedua orang tuanya.
4. Membekali anak dengan pendidikan dan keahlian dalam menjalani kehidupan.
5. Membiasakan anak untuk memiliki orientasi yang benar dalam hidup, yaitu orentasi hidupnya untuk beribadah bahkan sejak anak kecil.
Kebiasaan Orang Tua Yang Kurang Tepat
Menjadikan anak sandaran hidup ketika sudah lanjut usia, merupakan salah satu kesalahan umum orang tua. Ada orang tua yang sudah menyampaikan ke anaknay, bahwa kelak Ketika mereka sudah tua akan ikut pada salah satu anaknya. Hal itu akan menjadikan Allah cemburu. Karena yang layak dijadikan sandaran kehidupan hanya Allah SWT. Akibatnya, anak itu menjadi anak jatuh dalam kesengsaraan di kehidupannya, karena Allah cemburu, supaya orang tua kembali kepada Allah ta’ala.
Anak akan menjadi apa yang diangankan orang tuanya, maka angankan anak menjadi anak-anak terbaik dalam hidupnya. Entah itu menjadi hafidz qur’an, menjadi ahli ibadah, menjadi profesional, guru, dokter, insiyur, pengusaha dan lain-lain, asesuai apa yang diangankan oleh orang tuanya, maka rubah mindset orang tua kepada anak. Imam Ahmad, sejak kecil dimandikan ibunya sblm subuh untuk diletakkan di depan masjid agar mendapatkan pengaruh aura orang-orang saleh yang ibadah di masjid.
video lengkap klik https://www.youtube.com/live/WXYuUyb8ki4?feature=share






